Hematologi

July 1, 2009

HEMOGLOBIN

Kriteria Penilaian Hasil Kegiatan Belajar

  1. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian hemoglobin darah.
  2. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang pentingnya fungsi hemoglobin bagi tubuh.
  3. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hemoglobin.
  4. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemeriksaan hemoglobin darah baik secara manual ataupun otomatis.

KADAR HEMOGLOBIN

Hemoglobin adalah struktur darah yang terdiri dari Haem dan Globin, dimana haem adalah yang memberi warna merah pada darah dan globin adalah protein darah.. hemoglobin ini pada manusia konsentrasinya berbeda-beda tergantung pada umur, jenis kelamin, faktor makanan, dan lain-lain.

Gb. Molekul Hemoglobin.

Pemeriksaan hemoglobin merupakan pemeriksaan yang cukup akurat untuk menentukan keadaan anemia, yang diikuti dengan pemeriksaan hematokrit dan juga pemeriksaan jumlah retikulosit.

Normal kadar hemoglobin dalam darah akan bervariasi tergantung pada usia seseorang dan juga jenis kelamin. Selain kedua faktor tersebut ketinggian suatu tempat juga berpengaruh terhadap kadar hemoglobin serta dipengaruhi juga oleh faktor makanan. Pada orang yang normal, konsentrasi hemoglobin pada orang yang tinggal di daerah yang tinggi akan lebih tinggi kadar hemoglobinnya dari pada orang yang tinggal didaerah rendah, hal ini berhubungan dengan kadar oksigen di udara.  Pada bayi yang baru lahir kadar hemoglobinnya tinggi diatas orang dewasa yaitu 17 – 23 gr/dl. Kadar hemoglobin ini akan menurun setelah bayi berumur 2 bulan yaitu sekitar 9-14 gr/dl. Pada usia 10 tahun kadar normalnya sekitar 12-14 gr/dl untuk wanita sedangkan laki-laki 14-18 gr/dl. Angka normal ini akan menurun pada usia diatas 50 tahun.

Fungsi Hemoglobin dalam darah adalah mengangkut Oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh (jaringan) dan sebaliknya untuk mengangkut Karbon dioksida dari seluruh tubuh (jaringan) ke dalam paru-paru.

Representation of the transport of CO2 from the tissues to the blood with delivery of O2 to the tissues. The opposite process occurs when O2 is taken up from the alveoli of the lungs and the CO2 is expelled. All of the processes of the transport of CO2 and O2 are not shown such as the formation and ionization of carbonic acid in the plasma. The latter is a major mechanism for the transport of CO2 to the lungs, i.e. in the plasma as HCO3-. The H+ produced in the plasma by the ionization of carbonic acid is buffered by phosphate (HPO42-) and by proteins. Additionally, some 15% of the CO2 is transported from the tissues to the lungs as hemoglobin carbamate.

Figure 5

On the left is a schematic diagram showing representations of electron-density clouds of the deoxygenated heme group (pink) and the attached histidine residue (light blue). These regions of electron density push one another apart, and the iron atom in the center is drawn out of the plane. (The nonplanar shape of the heme group is represented by the bent line.)

On the right is a schematic diagram showing representations of electron-density clouds of the oxygenated heme group (pink), the attached histidine residue (light blue), and the attached oxygen molecule (gray). The oxygenated heme assumes a planar configuration, and the central iron atom occupies a space in the plane of the heme group (depicted by a straight red line).

LEMBAR KERJA 2 :  PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN

Dua cara untuk pemeriksaan Hemoglobin yaitu :

  1. A. Cara Kolorimeteri

Yaitu Metoda berdasarkan pengukuran warna, dengan cara membandingkan warna yang terjadi dengan warna standar.

  1. Menurut Sahli

Prinsip : Hb + HC1 ® Hematin HC1 (asam Hematin) yang berwarna Coklat, kemudian dibandingkan dengan warna standar.

Alat-alat      :    –    Haemometer

-   Vaccinostyle

Bahan :      –    Darah Pasien

-   Alkohol

-   Kapas

-   HCl 0,1 N

-   Aquadest

Prosedur     :    –    Isi tabung Haemometer dengan HCl 0,1 N sampai angka 2

-   Bersihkan jari pasien dengan alkohol 70%.

-   Tunggu sampai kering, kemudian tusuk dengan Vaccinostyle

-   Darah yang keluar isap dengan pipet Hb sampai tanda batas .

-   Masukkan kedalam tabung yang berisi HCl 0,1 N.

-   Campur merata dan tunggu sampai 10 menit.

-   Tambah aquadest tetes demi tetes sampai warnanya sama dengan warna standart.

Kelemahan :    –    Kurang teliti, kesalahan besar

-     Warna asam hematin tidak stabil

-     Warna standar dapat berubah dalam beberapa bulan

-     Tabung tidak selalu sama

-     Pengamatan mata setiap orang berbeda-beda

Normal       :    Laki-laki               = 13,5 – 18,0 gr%

Perempuan            = 11,5 – 16,5 gr%.

  1. Menurut Talquist

Prinsip         :    Membandingkan warna darah dengan warna pada  buku skala.

Alat-alat      :    – Buku standar Talquist

-   Vaccinostyle

-   Kertas saring

Bahan         :    – Darah pasien

-   Alkohol 70%

-   Kapas

-   Aquadest

Prosedur     :    –    Bersihakan jari pasien dengan alkohol 70%

-   Tunggu sampai kering, kemudian tusuk dengan Vacinostyle

-   Darah yang keluar isap dengan kertas saring

-   Setelah kering dibandingkan warnanya dengan yang standar.

Normal       :    laki-laki                 = 13,5  – 18,0 gr%

Perempuan            = 11,5  – 16,5 gr%.

  1. B. Cara Spektrofotometri

Yaitu metoda pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan alat Spektrofotometer.

  1. Menurut Drabkin’s (sianmethaemoglobin)

Prinsip         :    Darah ditambah larutan yang berisi potasium cyanide dan potasium Ferricyanide (Drabkins). Ferricyanide akan mengubah ion Fe dari bentuk Ferro (++) menjadi bentuk ferri (+++) membentuk methemoglobin, yang kemudian tergabung dengan potassium cyanide membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin.

Alat-alat      :    – Spectrometer

-   Vaccinostyle

-   Tabung reaksi

-   Clinnipet 20 ul

Bahan         :    – Darah pasien

-   Alkohol 70%

-   Kapas

-   Aquadest

-   Reagen Drabkin’s

-          Pottasium cyanide (KCN) 0,05 gr.

-          Pottasium ferricyanide (K3 Fe(CN)6 0,20 gr.

-          Sodium Bicarbonat (NaHCO3) 1, 00gr

-          Aquadest sampai 1 liter (ad).

Prosedur     :    –    Bersihakan jari pasien dengan dengan larutan drabkin’s 5 ml.

-   Bersihkan jari pasien dengan alkohol 70%

-   Tunggu sampai kering, kemudian tusuk dengan vaccinostyle

-   Darah yang keluar isap dengan pipet Hb. Sampai tanda batas (20 ul).

-   Masukkan kedalam tabung yang berisi larutan drabkins

-   Campur merata dan tunggu 5 menit.

-   Ukur pada spektrophotometer dengan panjang gelombang 540 nm.

-   Baca pada kurva standar atau dikalikan dengan faktor.

Cara pembuatan kurva standar :

  1. Perhitungkan dahulu kadar Hb darah dalam larutan standar yang akan digunakan (karena larutan standar dibuat dari 20 ul darah ditambah 5 ml. Drabkins sehingga pengenceran 251 kali, kadar yang tertulis dalam ampul di kali 251 = kadar Hb. Darah dalam larutan standar.
  2. Buat paling sedikit 3 macam larutan dengan kadar Hb yang berlainan dengan cara mengencerkan larutan standar dengan drabkin (mis.  5, 10, 15 dan 20 gr%).
  3. Baca absorbansi larutan tersebut pada panjang gelombang 540 nm (sebagai blangko digunakan drabkin).
  4. Gambarkan hasil tersebut pada kertas grafik, kadar Hb pada ordinat dan absorbansi pada absisnya. Tentukan satu titik dari nilai rata-rata dan rata-rata kadar Hb. Kemudian tarik garis dari titik tersebut melalui titik nol. (titik-titik tersebut akan terletak pada garis lurus kurva tersebut).
  5. Hitung faktor kurva standar, dengan cara membagi nilai rata-rata kadar Hb dengan nilai rata-rata Absorbance kadar Hb. Tersebut.

Misal :

-          Kadar HiCN dari standard Hb 5, 10, 15 dan 20

-          Baca absorbanc HiCN tersebut pada panjang gelombang 540 nm (mis di dapat : 0,136, 0,272, 0,408, 0,544.

-          Jumlah kadar HiCN kemudian dibagi dengan jumlah kadar absorbancenya (50 : 1,36 = 36,8) ® FAKTOR.

-          Atau rata-rata kadar HiCN dibagi dengan rata-rata absorbancenya. (12,5 : 0,34 = 36,8).

Abs.

Normal       :    Laki-laki               = 14 – 18 gr%

Perempuan            = 12 – 16 gr%

LEMBAR LATIHAN 2.

A. JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI !!!

  1. Mengapa darah manusia tampak berwarna merah ?
  2. Apa yang dimaksud dengan Kadar Hemoglobin ?
  3. Mengapa kadar Hemoglobin antara satu orang dengan lainnya konsentrasinya berbeda-beda ?
  4. Apa fungsi dari Hemoglobin ?
  5. Sebutkan Kondisi-kondisi yang bisa menurunkan konsentrasi Hemoglobin.
  6. Jelaskan beberapa macam cara untuk pemeriksaan Hemoglobin dan sebutkan masing-masing nilai normalnya.

B. KERJAKAN PEMERIKSAAN DI BAWAH INI !!!

  1. Periksalah kadar hemoglobin dari satu darah pasien dengan menggunakan beberapa metoda.
  2. Bagaimana hasil pemeriksaan sampel tersebut dari masing-masing metoda ?
  3. Jika terjadi perbedaan, apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut ?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.